Tampilkan postingan dengan label Meta Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meta Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Tanda keimanan bukan ketika kita diawasi namun ketika kita merasa diawasi...
Bukanlah karena ketiadaanNya secara inderawi maka kita bebas melakukan maksiat namun karena kita tahu bahwa Ia Maha Mengetahui maka kita mengurungkan diri bertindak maksiat

Senin, 17 Januari 2011

Zaujati (زوجتي)

Syair : Achmed Bukhathir Shobi Blak Magik Team

احبك مثلما انتي

Uhibbuki mitsla maa anti
Aku mencintaimu apapun dirimu

احبك كيفما كنتي

Uhibbuki kaifa maa kunti
Aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu

ومهما كان مهما صار

Wa mahmaa kaana mahmaa shooro
Apapun yang terjadi dan kapanpun

انتي حبيبتى انتي

Antii habiibatii anti
Engkaulah cintaku

زوجتي

Zaujatii
Duhai istriku

انتي حبيبتى انتي

Antii habiibatii anti
Engkaulah kekasihku

حلالي انت لا اخشى عزولا همه مقتي
لقد اذن الزمان لنا بوصل غير منبتي

Halaalii anti laa akhsyaa 'azuulan himmuhuu maqti
Laqod adzinaz zamaanu lanaa biwushlin ghoiri munbatti
Engkau istriku yang halal, aku tidak peduli celaan orang
Kita satu tujuan untuk selamanya

سقيت الحب في قلبي بحسن الفعل والسمت
يغيب السعد إن غبت ويصفو العيش إن جئت

Saqoitil hubba fii qolbii bihusnil fi'li wassamti
Yaghiibus sa'du in ghibti wa yashful 'aisyu in ji'ti
Engkau sirami cinta dalam hatiku dengan indahnya perangaimu
Kebahagiaanku lenyap ketika kamu menghilang lenyap, hidupku menjadikan terang ketika kamu disana

نهاري كادح حتى إذا ما عدت للبيت
لقيتك فانجلى عني ضناى اذا ما تبسمت

Nahaarii kaadihun hattaa idzaa maa 'udtu lilbaiti
Laqiituki fanjalaa 'annii dhonaaya idzaa maa tabassamti
Hari-hariku berat sampai aku kembali ke rumah menjumpaimu
Maka lenyaplah keletihan ketika kamu senyum

تضيق بى الحياة اذا بها يوما تبرمتي
فأسعى جاهدا حتى احقق ما تمنيتي

Tadhiiqu biyal hayaatu idzaa bihaa yauman tabarromti
Fa as'aa jaahidan hattaa uhaqqiqo maa tamannaiti
Jika suatu saat hidupmu menjadi sedih, maka aku akan berusaha keras
Sampai benar-benar mendapatkan apa yang engkau inginkan

هنائى انت فلتهنئى بدفء الحب ما عشتي
فروحانا قد ائتلفا كمثل الارض والنبت

Hanaa'ii anti faltahna'ii bidifil hubbi maa 'isyti
Faruuhanaa qodi'talafaa kamitslil ardhi wannabti
Engkau kebahagiaanku, tanamkanlah kebahagiaan selamanya
Jiwa-jiwa kita telah bersatu bagaikan tanah dan tumbuhan

فيا أملي ويا سكني ويا انسي وملهمتي

يطيب العيش مهما ضاقت الايام ان طبتي

Fayaa amalii wa yaa sakanii wayaa unsii wa mulhimati
Yathiibul 'aisyu mahmaa dhooqotil ayyamu in thibti
Duhai harapanku, duhai ketenanganku, duhai kedamaianku, duhai ilhamku
Indahnya hidup ini walaupun hari-hariku berat asalkan engkau bahagia

Download [disini]

Senin, 21 Juni 2010

Subhanallah...

Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Minggu, 06 Juni 2010

Akulah Mush'ab...!!!


Mush’ab bin Umair adalah salah satu sahabat yang memeluk Islam pada masa awal keislaman. Ia lahir dan dibesarkan dalam kesenangan. Pada waktu remaja ia menjadi buah bibir gadis-gadis Mekah dikarenakan wajahnya yang rupawan, kekayaan, otak yang cerdas dan akhlaknya yang baik.

Suatu hari ia mendengar berita mengenai Muhammad SAW dan apa yang diajarkannya. Iapun tertarik dan memutuskan untuk pergi ke Darul Arqom, suatu tempat dimana kaum Muslim berkumpul dan belajar. Disana ia mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang begitu mempesona. Hatinya menjadi tenang dan damai mendengar untaian ayat-ayat tersebut. Maka Mush’abpun memutuskan untuk memeluk ajaran baru ini. Namun ibunda Mush’ab adalah seorang yang berkepribadian kuat, pendiriannya tidak dapat ditawar-tawar. Oleh sebab itu Mush’ab memutuskan untuk sementara menyembunyikan keislamannya. Namun tak lama kemudian ibundanya mengetahui hal tersebut. Iapun berusaha membujuk agar Mush’ab mau kembali memeluk ajaran leluhurnya namun Mush’ab menolak sehingga akhirnya ia putus asa dan menghentikan pemberian keuangan serta mengurung Mush’ab di kamarnya dan melarangnya keluar rumah.

Beberapa waktu kemudian Mush’ab mendengar berita bahwa beberapa orang Muslim hijrah ke Habasyi (Ethiopia). Segera Mushabpun memutuskan untuk melarikan diri dan ikut bergabung bersama orang-orang Muslim untuk hijrah ke Habasyi. Beberapa waktu kemudian karena terdengar desas-desus bahwa pihak Quraisy telah mengurangi tekanan terhadap Muslim, mereka memutuskan untuk kembali ke Mekah, begitu pula Mush’ab. Mereka segera menemui Rasulullah dan para sahabat. Demi melihat Mush’ab, Rasulullah menitikkan airmata, penampilan Mush’ab sungguh berbeda, ia berpakaian usang dengan tambalan disana-sini. Rasulullah menatapnya dengan penuh kasih sayang dan bersabda: “ Dahulu aku lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam hal memperoleh kesenangan dari orang-tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan RasulNya”.

Setelah peristiwa baiat Aqabah ke 1 pada tahun ke 11 kenabian, Mush’ab ditugasi Rasulullah sebagai duta Muslim ke Madinah untuk mengajarkan Al-Quran dan berbagai pengetahuan lain mengenai Islam kepada penduduk disana. Berkat kecerdasan, kesabaran dan kebesaran jiwanya ia berhasil mengajak sebagian besar masyarakat kota itu untuk memeluk Islam. Itulah sebabnya ia dikenal dengan panggilan Muqri’ul Madinah ( Nara sumber Madinah). Dan sejak itu pula setiap orang yang mengajarkan Al-Qur’an disebut “Mush’ab”. Kemudian pada musim haji tahun berikutnya Mush’ab berhasil mengajak lebih dari 70 kaum Muslimin ke Mekkah dimana kemudian terjadi perjanjian Aqabah 2. Sejak saat itu Mush’ab tidak pernah absen menyertai Rasulullah berperang.

Dalam perang Uhud Mush’ab dipercaya Rasulullah sebagai pembawa bendera pasukan. Peperangan berlangsung sengit .Mulanya pasukan Muslim bisa menguasai keadaan namun ketika pasukan pemanah yang ditugasi untuk bertahan diatas bukit melanggar perintah dikarenakan tergiur oleh banyaknya ghonimah ( pampasan perang ) yang tertinggal di hadapan mereka, keadaan menjadi berubah terbalik. Tanpa diduga pasukan kafir yang dipimpin Khalid bin Walid yang waktu itu belum memeluk Islam menyerang-balik dari balik bukit sehingga pasukan Muslim kocar-kacir. Pada saat yang genting itulah beredar berita bahwa Rasulullah telah meninggal. Mush’ab sangat terkejut. Namun yang paling dikhawatirkannya adalah nasib kelanjutan ajaran Islam. Ia khawatir kenyataan tersebut akan segera menyurutkan dan memadamkan ajaran yang baru saja tumbuh itu.

Lalu iapun segera meneriakkan “ Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul ” sambil mengacungkan bendera tinggi-tinggi dan bertakbir sembari menyerang musuh dengan gagah berani. Namun kemudian pihak musuh berhasil menebas tangannya hingga putus. Mush’ab segera memindahkan bendera ke tangan kirinya namun kalipun ia tidak berhasil menghindar serangan lawan sehingga tangan kirinya juga ditebas pedang musuh. Mush’ab segera membungkuk kearah bendera lalu dengan kedua pangkal lengannya meraihnya ke dada sambil terus bertakbir. Namun kali ini lawan menyerangnya dengan menusukkan tombak ke dada Mush’ab. Mush’abpun gugur sebagai seorang syuhada yang gagah berani.

Diakhir perang, Rasulullah beserta para sahabat meninjau medan perang dan mendapati jasad Mush’ab. Tak sehelaipun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah yang andai ditaruh di atas kepalanya terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya bila ditutup kakinya maka terbukalah kepalanya. Maka Rasulullah bersabda : ” Tutupkanlah ke bagian kepalanya , kakinya tutuplah dengan rumput idzkir!”.

Betapa pun luka pedih dan duka yang dalam menimpa Rasulullah karena gugur pamanda Hamzah dan dirusak tubuhnya oleh orang-orang musyrik demikian rupa, hingga bercucurlah air mata Nabi.... Dan betapapun penuhnya medan laga dengan mayat para shahabat dan kawan-kawannya, yang masing-masing mereka baginya merupakan panji-panji ketulusan, kesucian dan cahaya.... Betapa juga semua itu, tapi Rasulullah tak melewatkan berhenti sejenak dekat jasad dutanya yang pertama, untuk melepas dan mengeluarkan isi hatinya.... Memang, Rasulullah berdiri di depan Mush'ab bin Umair dengan pandangan mata yang pendek bagai menyelubunginya dengan kesetiaan dan kasih sayang, dibacakannya ayat: “Diantara orang-orang mukmin ada orang-orang yang percaya terhadap apa yang mereka janjikan kepada Allah”. (Q.S. 33 al-Ahzab : 23)

Kemudian dengan mengeluh memandangi burdah yang digunakan untuk kain tutupnya, seraya bersabda: "Ketika di Mekah dulu, tak seorang pun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripadamu. Tetapi seharang ini, dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah".

Setelah melayangkan pandangan sayu ke arah medan serta para syuhada kawan-kawan Mush'ab yang tergeletak di atasnya, Rasulullah berseru: "Sungguh, Rasulullah akan menjadi saksi nanti di hari qiamat, bahwa tuan-tuan semua adalah syuhada di sisi Allah.

Kemudian sambil berpaling ke arah shahabat yang masih hidup, sabdanya: Hai manusia! Berziarahlah dan berltunjunglah kepada mereka, serta ucaphanlah salam Demi Allah yang menguasai nyawaku, tak seorang Muslim pun sampai hari qiamat yang memberi salam kepada mereka, pasti mereha akan mem balasnya.


Salam atasmu wahai Mush'ab...
Salam atasmu sekalian, wahai para syuhada...

Jumat, 05 Juni 2009

Pinjaman Untuk Allah

Ketika menjalankan Ibadah Jumat tiba-tiba terbersit dalam pikiranku tentang memberikan pinjaman kepada Allah (Zakat, Infaq, dan Shadaqah). Khususnya memberikan pinjaman dengan atas nama keluarga... Mudah-mudahan dengan memulainya lewat Amwal mudah-mudahan Dia meridhai dan menjadikan keluargaku sebagai bagian dari penyokong Dien ini. Ya Allah kuatkanlah dan mudahkanlah aku dalam menjalankan komitmentku ini... Amien.

Kemudian iseng-iseng ketik keyword "pinjaman untuk Allah" dan muncullah sederet referensi dari search engine Mbah Google. Di bawah ini sedikit referensi yang di ambil dari sana.

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat-gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 245).


Sedekah mengantarkan ke surga. Firman Allah, yang artinya , ”Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala disisi Tuhan-nya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati“.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 274).

Yang dimaksud dengan pahala disisi- Nya adalah surga.


Sedekah yang dikeluarkan dijalan Allah, akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Firman Allah SWT, yang artinya , ”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir padi yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui “.

(Qs. Al-Baqarah [2] : 261).


Menafkahkan harta dijalan Allah ini meliputi semua aktifitas demi kebaikan
agama Allah. Sedekah termasuk sifat orang yang taqwa. Firman Allah SWT, yang
artinya ,” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang
maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan ) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

(Qs. Ali Imran [3] : 133-134).


Harta yang disedekahkan, akan diganti oleh Allah. Firman Allah, yang artinya ,”Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya”.

(Qs. Saba’ [34] : 39).


Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha
Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.

(Qs. At Taghabun [64] :17).


Sedekah yang paling utama ialah saat harta masih dibutuhkan. Sebagaimana hadits riwayat Abu Hurairah , bahwa “ Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW :’Ya Rasulullah, shodaqoh apakah yang paling utma ?’ . Beliau bersabda, ” (Shodaqoh yang ketika) engkau bershodaqoh itu dalam keadaan sehat lagi masih sayang (kepada apa yang engkau sedekahkan itu), dimana engkau dalam keadaan khawatir jatuh miskin dan sedang memikirkan kekayaan. Janganlah engkau menunda-nunda (bersedekah) hingga ruh telah sampai di tenggorokan (sekarat) lalu engkau berwasiat : ini untuk si fulan sekian dan untuk si fulan sekian, padahal (pada saat itu hartamu) sudah pindah hak kepada fulan (ahli waris).”

(Hr Bukhari no. 2543).


Sedekah dengan maksud untuk melapangkan hidup orang mukmin didunia, kelak di akhirat akan dilapangkan oleh Allah. Dari riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya ,” Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu
kesusahan-kesusahan hari kiamat, dan barang siapa meringankan penderitaan
seseorang, maka Allah akan meringankan penderitaanya didunia maupun akhirat, dan barang siapa menutupi (cacat) seorang muslim, maka Allah akan menutupi
(cacatnya) didunia dan akhirat, dan Allah akan selalu memberi pertolongan kepada
seseorang selama orang tersebut suka membantu saudaranya..”.

(Hr Muslim no. 4687).


Harta untuk sedekah tidak akan berkurang, bahkan akan ditambah oleh Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya ,” Harta itu tidak akan berkurang karena di-shodaqoh-kan, Allah tidak akan menambah seorang hamba yang suka memaafkan kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang itu berlaku tawadhuk karena Allah kecuali Allah akan meninggikan derajatnya .”

(Hr. Muslim).


Orang yang bersedekah dengan ikhlash akan mendapat naungan pada hari kiamat di padang mahsyar. Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya,” Ada tujuh golongan yang nanti pada hari kiamat akan mendapat naungan dari Allah disaat itu tidak ada naungan kecuali hanya naungann-Nya, yaitu :a. Imam/ pemimpin yang adil. b. Pemuda yang rajin beribadah kepada Allah, c. Seseorang yang hatinya tertambat di masjid. d. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah. e. Seorang lelaki yang diajak berzina seorang wanita yang mempunyai jabatan dan cantik, lalu ia menjawab ,’sesungguhnya aku takut kepda Allah’. f. Orang yang bersedekah kemudian merahasiakannya, sampai-sampai (ibarat) tangan kirinnya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan g. Seorang yang selalu ingat (berzikir) kepada Allah di waktu sendirian, hingga berlinangan air matanya,”

(Hr. Bukhari no. 1334).

Kamis, 05 Juli 2007

Meta Hati

4 Juli 2007
00:20 WIB
Kozan

Sepenggal kehidupan telah berlalu
Tak terasa... bagai sebuah mimpi
Bila ku renung lebih jauh
Akan sirna segala kebahagiaan

Dititik inilah berkurangnya umurku
Disaat inilah ku sadar akan kefanaanku
20 tahun sudah kulewati masa di dunia yang singkat ini
Entah apa yang telah dan pernah kulakukan

Mungkin saja sesuatu yang menyenangkan
Sesuatu yang indah yang akan menjadi kenangan
Namun tak ayal merupakan suatu momen yang kelam
Segala kejahatan, kehinaan, kebodohan yang hinggap di kehidupan

Terkadang ada perasaan bersalah yang hinggap hingga diperaduan
Namun sekejap perasaan itu hilang ditelan keadaan yang kian melenakan
Entah munafiqkah diriku??? Ataukah fasiqkah adaku???
Naudzubillah...

Ingin ku palingkan segala rasa itu yang menggelayuti hati
Namun tak dapat kupungkiri sisi gelapku telah memberi warna yang pasti
Segumpal noktah hitam... kelam... yang sangat ingin ku buang
Namun tak dapat lagi dibersihkan karena telah menjadi satu kesatuan yang utuh

Sering kali ku berharap tuk dapat mengulang masa
Namun kubertanya kembali kedalam hati... Akankah kudapat menang???
Aku bagaikan seorang pejuang yang kalah di medan perang
Yang menjadi pecundang atas kelemahan diri ini

Setiap detik waktu ku jalani tanpa arti
Setiap detak jantungku berdegup tanpa tuju
Akankah Allah meridhai
Akankah Allah memberkati

Mimpi... ku selalu saja bermimpi untuk terus maju berjuang
Khayalan... ku terus mengkhayal tanpa pernah bertindak pasti
Ditengah keraguan yang terus melanda diri yang kaku... statis...
Ada secercah harapan yang terus dibangkitkan oleh saudara2 sekitar

Perubahan!!! ya... perubahan atas diri rendah yang selama ini ku agung-agungkan
Perubahan terhadap mental pejuang yang harus kumiliki dan kini belum kudapati
Perubahan tuk menjadi dinamis... bergerak maju penuh dengan esensial yang positif
Perubahan yang sesuai dengan harapan Ilahi...

Karena harus kuingat kembali bahwa diri ini bukan milikku seorang
Diri ini tidak hanya membawa cita dan harapanku seorang
Diri ini bukan untuk memuaskan dan membahagiakan egosentris diri
Diri ini masih memerlukan orang lain

Betapa harapan orang tua berada mengiringi jalanku
Betapa kasih sayang dan pengorbanan orang yang tercinta telah mendorongku hingga kini
Akankah ku mengecewakan mereka???
Jawabannya tentu Tidak!!! aku harus berjuang...

Berjuang meraih impian
Berjuang meraih cita dan harapan
Berjuang memperoleh kemuliaan
Berjuang hingga tetes darah penghabisan

Sesungguhnya ada satu pintaku
Rabb jadikanlah aku laki-laki yang baik
Sehingga pantas untuk berada di jalan ini
Sehingga pantas untuk mendapatkan segala yang terbaik dariMu

Amien...