Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, sesungguhnya aku bersaksi
tiada Tuhan kecuali Engkau, aku memohon ampun kepadaMu dan aku bertaubat
kepadaMu.
Sabtu, 16 Mei 2009
Jumat, 15 Mei 2009
Kamis, 14 Mei 2009
Qathrunnada - Apa Benar Engkau Pejuang
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang
Tapi rusak oleh pujian
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak begitu setia kawan
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang
Tapi ingin jadi pemimpin
Engkau ingin berjuang
Menjadi pengikut agak segan
Engkau ingin berjuang
Tolak angsur tidak engkau amalkan
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak sanggup terima cabaran
Engkau ingin berjuang
Kesehatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan
Engkau ingin berjuang
Masa tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang
Kerenah istri tidak kau tahan
Engkau ingin berjuang
Rumah tangga lintang pukar
Engkau ingin berjuang
Diri engkau tidak engkau tingkatkan
Engkau ingin berjuang
Disiplin diri engkau abaikan
Engkau ingin berjuang
Janji kurang engkau tunaikan
Engkau ingin berjuang
Kasih sayang engkau cuaikan
Engkau ingin berjuang
Tetamu engkau abaikan
Engkau ingin berjuang
Anak istri engkau lupakan
Engkau ingin berjuang
Ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang
Kekasaran dan kekerasan engkau amalkan
Engkau ingin berjuang
Pandangan engkau tidak diselaraskan
Engkau ingin berjuang
Rasa berTuhan engkau abaikan
Engkau ingin berjuang
Iman dan taqwa engkau lupakan
Yang sebenarnya apa yang engkau hendak perjuangkan
Download [disini]
Tapi tidak mampu menerima ujian
Engkau ingin berjuang
Tapi rusak oleh pujian
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak sepenuhnya menerima pimpinan
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak begitu setia kawan
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak sanggup berkorban
Engkau ingin berjuang
Tapi ingin jadi pemimpin
Engkau ingin berjuang
Menjadi pengikut agak segan
Engkau ingin berjuang
Tolak angsur tidak engkau amalkan
Engkau ingin berjuang
Tapi tidak sanggup terima cabaran
Engkau ingin berjuang
Kesehatan dan kerehatan tidak sanggup engkau korbankan
Engkau ingin berjuang
Masa tidak sanggup engkau luangkan
Engkau ingin berjuang
Kerenah istri tidak kau tahan
Engkau ingin berjuang
Rumah tangga lintang pukar
Engkau ingin berjuang
Diri engkau tidak engkau tingkatkan
Engkau ingin berjuang
Disiplin diri engkau abaikan
Engkau ingin berjuang
Janji kurang engkau tunaikan
Engkau ingin berjuang
Kasih sayang engkau cuaikan
Engkau ingin berjuang
Tetamu engkau abaikan
Engkau ingin berjuang
Anak istri engkau lupakan
Engkau ingin berjuang
Ilmu berjuang engkau tinggalkan
Engkau ingin berjuang
Kekasaran dan kekerasan engkau amalkan
Engkau ingin berjuang
Pandangan engkau tidak diselaraskan
Engkau ingin berjuang
Rasa berTuhan engkau abaikan
Engkau ingin berjuang
Iman dan taqwa engkau lupakan
Yang sebenarnya apa yang engkau hendak perjuangkan
Download [disini]
Jumat, 12 Desember 2008
Nada Murni - Sejarah Pengorbanan
Haji mengingatkan kita
Sejarah pengorbanan
Pengorbanan yang ikhlas
Agung lagi suci
Kerana Allah Nabi Ibrahim sembelih anaknya
Nabi Ismail kerana Allah nyawa tebusannya
Sejarah berkata lagi
Tentang pengorbanan itu
Siti Hajar kerana Allah
Taatkan suami tinggal sendiri
Tinggal di Tanah Haram
Suami datang setahun sekali
Di tanah kering krontang
Hanya tawakkal kepada Ilahi
Tatkala Nabi Ismail lahir teruji lagi
Air susunya telah pun kering sama sekali
Siti Hajar mencari air
Ke hujung ke pangkal
Berlari-lari dari Sofa ke Marwah
Beberapa kali
Aduh hatinya cemas
Anak kecilnya tiada rezeki
Tapi hatinya teguh kepada Allah
Yakin sekali
Di dalam mencari-cari
Terpancar air dari bumi
Berkat dari tendangan
Kaki anaknya bakal Nabi
Dia pun mengumpul air sambil bersyukur
Dengan menyebut Zam-zam, Zam-zam
Itulah dia air Zam-zam
Yang kekal hingga ke hari ini
Mu'jizat seorang Nabi berkat isterinya
Sudahkah kita mengambil
Pengajaran dari cerita ini
Cintakan Allah menegakkan agamaNya
Wajib berkorban
Taat, sabar dan tawakkal
Jadikan pakaian
Cintakan Allah
Pengorbananlah sebagai bukti
Sejarah pengorbanan
Pengorbanan yang ikhlas
Agung lagi suci
Kerana Allah Nabi Ibrahim sembelih anaknya
Nabi Ismail kerana Allah nyawa tebusannya
Sejarah berkata lagi
Tentang pengorbanan itu
Siti Hajar kerana Allah
Taatkan suami tinggal sendiri
Tinggal di Tanah Haram
Suami datang setahun sekali
Di tanah kering krontang
Hanya tawakkal kepada Ilahi
Tatkala Nabi Ismail lahir teruji lagi
Air susunya telah pun kering sama sekali
Siti Hajar mencari air
Ke hujung ke pangkal
Berlari-lari dari Sofa ke Marwah
Beberapa kali
Aduh hatinya cemas
Anak kecilnya tiada rezeki
Tapi hatinya teguh kepada Allah
Yakin sekali
Di dalam mencari-cari
Terpancar air dari bumi
Berkat dari tendangan
Kaki anaknya bakal Nabi
Dia pun mengumpul air sambil bersyukur
Dengan menyebut Zam-zam, Zam-zam
Itulah dia air Zam-zam
Yang kekal hingga ke hari ini
Mu'jizat seorang Nabi berkat isterinya
Sudahkah kita mengambil
Pengajaran dari cerita ini
Cintakan Allah menegakkan agamaNya
Wajib berkorban
Taat, sabar dan tawakkal
Jadikan pakaian
Cintakan Allah
Pengorbananlah sebagai bukti
Download [disini]
--------------------
--------------------
Mumpung masih dalam momentum Iedul Adha. Ane rasa nasyid ini pas sekali untuk kita renungkan bersama.
Kisah sebuah keluarga yang senantiasa Allah uji keimanannya. Baik sebagai suami (Nabi Ibrahim as.), sebagai istri (Siti Hajar), maupun sebagai seorang anak (Nabi Ismail as.). Namun hal itu tidak menyurutkan keimanan mereka malah menambah kadar keimanan itu dan menghujamkannya lebih dalam lagi.
Jangan mengaku Mukmin bila belum diuji oleh Allah...

Jangan mengaku Mukmin bila belum diuji oleh Allah...

Kamis, 23 Oktober 2008
Hijjaz - Permaisuri Hatiku
Di antara kekasih pilihan di hati
Punyai budi penghias diri
Wajahnya lembut biasan pekerti yang tinggi
Indahnya perhiasan duniawi
Di antara diriku jua dirimu
Hanya mengharap cinta yang satu
Ku binakan mahligai impian mu
Oh sayang ikhlaskanlah hati mu
Malumu bernilai
Katamu berhikmah
Hatimu tulus suci dan murni
Hanya diri yang halal
Engkau serahkan segala
Untuk mencari redha Ilahi
Benarlah! cinta buta melalaikan
Tanpa memikirkan batas syariatnya
Semuanya itu hanya ujian di dunia
Ia adalah mahar untuk kita ke syurga
Kau permaisuri di hatiku
Di dunia ini kau penghibur
Menjunjung kasih amanah Ilahi
Ku cuba akan terus menyayangi
Terima kasih ucapan ku beri
Kau hadiahkan ku cahaya hati
Ku pimpin tanganmu oh kasih
Meniti hari
Semoga kita dapat bersama
Sampai kepadanya
Di syurga sana
Tuhan kekalkanlah
Permaisuri hatiku
Untuk menemani
Dalam menggapai cintamu
Punyai budi penghias diri
Wajahnya lembut biasan pekerti yang tinggi
Indahnya perhiasan duniawi
Di antara diriku jua dirimu
Hanya mengharap cinta yang satu
Ku binakan mahligai impian mu
Oh sayang ikhlaskanlah hati mu
Malumu bernilai
Katamu berhikmah
Hatimu tulus suci dan murni
Hanya diri yang halal
Engkau serahkan segala
Untuk mencari redha Ilahi
Benarlah! cinta buta melalaikan
Tanpa memikirkan batas syariatnya
Semuanya itu hanya ujian di dunia
Ia adalah mahar untuk kita ke syurga
Kau permaisuri di hatiku
Di dunia ini kau penghibur
Menjunjung kasih amanah Ilahi
Ku cuba akan terus menyayangi
Terima kasih ucapan ku beri
Kau hadiahkan ku cahaya hati
Ku pimpin tanganmu oh kasih
Meniti hari
Semoga kita dapat bersama
Sampai kepadanya
Di syurga sana
Tuhan kekalkanlah
Permaisuri hatiku
Untuk menemani
Dalam menggapai cintamu
Download [disini]
Jumat, 12 September 2008
Apa Bentuk Komitment Saya kepada Islam ?
"... Dia (Allah) telah menamai kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan begitu pula dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas seluruh manusia..." (Al-Hajj:78)
Selama usia kehidupan, sebagian besar dari kita menjadi seorang muslim karena kedua orang tua kita muslim. Hal ini tidak bisa dinafikan karena memang melalui keturunanlah Allah memberikan nikmat terbesar ini kepada kita. Meski demikian, pada kenyataannya, kita merasa asing dengan Islam. Kita merasa, seakan-akan kita berada di satu lembah sedangkan Islam berada di lembah lain. Akibatnya, kita tidak bisa memahami Islam secara utuh, tidak dapat memahami makna komitmen kita kepada Islam, dan konsekuensi-konsekuensi yang menyertainya. Tidak hanya itu, kita pun merasa enggan men-shibghah diri kita dengan nilai-nilai Islam hingga syakhshiyah Islamiyah menjadi karakter kita. Dan, jiwa kita pun sungkan untuk menggabungkan diri bersama orang-orang yang menyeru kepada Allah.
Isi buku :
Bagian Pertama : Pengantar Apa Bentuk Komitmen Saya kepada Islam ?
- Saya Harus Mengislamkan Aqidah Saya
- Saya Harus Mengislamkan Ibadah Saya
- Saya Harus Mengislamkan Akhlak Saya
- Saya Harus Mengislamkan Keluarga dan Rumah Tangga Saya
- Saya Harus Mampu Mengalahkan Nafsu Saya
- Saya Harus Yakin Bahwa Hari Esok Milik Islam
- Saya Harus Mempersembahkan Hidup Saya untuk Islam
- Saya Harus Meyakini Kewajiban Berjuang untuk Islam
- Harakah Islamiyah : Tugas, Karakteristik, dan Bekal
- Saya Harus Memahami Dimensi-Dimensi dalam Berkomitmen kepada Harakah Islamiyah
- Saya Harus Memahami Pilar-pilar Perjuangan Islam
- Saya Harus Memahami Syarat-syarat Baiat dan Keanggotaan
Lengkapnya :
Judul Buku : Apa Bentuk Komitmen Saya kepada Islam ?
Judul Asli : Madza Ya'ni Intima'i lil Islam
Penulis : DR. Fathi Yakan
Penerjemah : Asep Sobari, Lc.
Penerbit : Al-I'tishom Cahaya Umat
Tahun Terbit : 2006
Buku ini menarik hati saya untuk membelinya. Karena ketika membaca ikhtisar buku ini terdapat kata-kata yang sedang saya cari untuk mengetahui maknanya atau juga terdapat kata-kata yang berkaitan terhadap kejadian keseharian saya.
Ketika kita membaca bukunya kita harus secara utuh menyerap apa yang penulis hendak sampaikan. Karena ternyata ada juga yang menyukai sebagian isi buku ini dan menolak sebagian yang lain.
Mau tau isinya??? Baca aja dech ndiri... He3x...
Rabu, 10 September 2008
Nada Murni - Hakikat Puasa

Rasulullah pernah bersabda
Ramai orang yang berpuasa
Tiada baginya pahala
Selain lapar dahaga
Ingatan ini mesti dijaga
Agar ibadah puasa kita
Tidak rusak dan sia-sia
Walaupun tepat syarat rukunnya
Selanjutnya rasul bersabda
Memberitahu pada kita
Jalankan ibadah di bulan puasa
Balasannya sungguh istimewa
Dia bulan di ampunkan dosa
Juga bulan di kabulkan doa
Terhimpun kebaikan padanya
Syurga rindu orang yang memuliakannya
Bagi orang yang menghayati
Ramadhan yang diberkati
Puasanya berkesan di hati
Hingga terbina peribadi
Inilah puasa yang hakiki...
Nada Murni Download [disini]
An Nabaa Download [disini]
Langganan:
Postingan (Atom)