Sabtu, 28 Agustus 2010

Hijjaz - Penawar Racun Dunia

Desiran bayu yang lembut damai di hati
Kicauan burung di sana riang sekali
Suara ombak menggamit detik naluri
Gemilang kudrat Ilahi

Di sini-sana ternyata gema suara
Tangisan sayu manusia mangsa manusia
Terbuang budi terdorong desakan hati
Saudara korban duniawi

Manusia tiada aman dari kemelut ini
Di dada terus bersarang sikap pentingkan diri
Kuasa, harta dan nama hebat merasuk hati
Kerugian sendiri

Dunia umpama unta tua yang kehausan
Semakin tiada tempat untuk kasih dan sayang
Kerana sudah terlupa pada pesanan Tuhan
Terpesong tujuan

Nafsu jadi raja merosak dunia
Tak kan datang sinar bahagia
Moga jadi bukti bersama kembali
Cahaya pada Ilahi

Sedetik lalu saat pun silih berganti
Tak kan berulang sejarah masa yang pergi
Usah dibuang di sini hanya sekali
Mulakan diri sendiri

Iman di dada amalan dengan bertaqwa
Bantuan Tuhan menjadi syarat berjaya
Seiring jalan hargai nilai saudara
Penawar racun dunia

Download [disini]

Sabtu, 07 Agustus 2010

Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.

Qs. Al-Baqarah [2] : 183)

Pengertian

Secara bahasa, Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ, yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Hal ini memang dikarenakan keadaan Jazirah Arab pada bulan Ramadhan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh sengatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih lama daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikit mereda, tetepi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadilah akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari tersebut disebut hari-hari di bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender Hijriah yang berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami "panas"nya Ramadhan dalam arti kiasan. Karena hari-hari Ramadhan tenggorokan orang berpuasa terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu a'lam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata Ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan Ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab berarti orang yang sakit mata hampir buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang, dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual, dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.

Ada juga yang menganggap akar kata Ramadhan berarti mengasah karena masyarakat jahiliyah pada bulan tersebut mengasah alat-alat perang mereka untuk menghadapi peperangan di bulan berikutnya. Nama Ramadhan untuk bulan kesembilan tetap dipahami sebagai mengasah, antara lain dengan arti mengasah jiwa untuk berpuasa dan amalan kebajikan lainnya.

Selain Ramadhan, bulan itu juga mempunyai beberapa nama lain, yaitu :
  1. Syahrul Qur'an (Bulan diturunkannya Al-Qur'an)
  2. Syahrush Shiyam (Bulan Pelaksanaan Puasa Wajib)
  3. Syahrush Shabr (Bulan Kesabaran)

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Qs. Al-Baqarah [2] : 185)

Dari ayat tersebut diketahui bahwa kata Ramadhan di dalam Al-Qur'an disebut di dalam konteks pembicaraan tentang kewajiban berpuasa dan masa turunnya Al-Qur'an.

Keutamaan

Keistimewaan bulan ini antara lain :
  1. Adanya kewajiban berpuasa sebulan penuh
  2. Bulan diturunkannya Al-Qur'an
  3. Bulan yang yang di dalamnya terdapat Lailatull Qadr
  4. Bulan yang ditunaikan kewajiban zakat fitrah
  5. Adanya Shalat Tarawih
  6. Bulan pengampunan dosa
  7. Bulan dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka
  8. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang tercantum dalam Al-Qur'an



Tujuan

Tujuan shaum di bulan Ramadhan tidak lain adalah agar kita menjadi hambaNya yang bertaqwa.

Sumber :

Kamis, 29 Juli 2010

Hijjaz - Terimalah Aku

Terkedu aku pada sapaan memori lalu
Mula menerjah di ruang fikiranku
Bayangan dosa silam mengusik hati
Tanpa sempatku bendungi lagi

Sering tertanya adakah derita tiada hujungnya
Apakah air mata tiada artinya
Mengapa harus aku terleka dan juga alpa
Bahwa dunia sementara cuma oh oh

Sekian lama aku meniti bara-bara dunia
Mencari segenggam rahmat sinaran iman
Dicelah tadahan doa
Jua amalan diri agar hidup matiku hanyalah untukMu

Terima kasih Tuhan yang Maha Pengasih
Di atas rahmatMu yang Engkau limpahkan
Bagaimana harus aku tuk membalasnya
Tanda cintaku kepadaMu Kau kekasih hati


Moga kutemui sinaran suci di sebalik onak duri tajam menikam
Biarpun luka, pasti berbisa
Darah mengalir pekat, oh selamanya
Akan ku capainya jua

Terimalah hamba
Kulemah tiada berdaya
Selaut kasihmu akan kutadah
Biarpun diriku terasa hina

Engkau yang Maha Pengasih
Engkau yang Maha Penyayang
Hamba datang mohon pertolongan
Terimalah dari segala taubat


Download [disini]

Kamis, 22 Juli 2010

Hamzah bin Abdul Muththalib

Hamzah bin Abdul Muthalib adalah sahabat sekaligus paman dan saudara sepersusuan Nabi Muhammad SAW. Ia memiliki julukan "Singa Allah" karena kepahlawanannya saat membela Islam.

Hamzah lahir diperkirakan hampir bersamaan dengan Muhammad. Ia merupakan anak dari Abdul Muthalib dan Haulah binti Wuhaib dari Bani Zuhrah. Menurut riwayat, pernikahan Abdul Muthalib dan Abdullah bin Abdul Muthalib terjadi bersamaan waktunya, dan ibu dari Nabi yakni Aminah binti Wahab adalah saudara sepupu dari Haulah binti Wuhaib.

Hamzah syahid pada Perang Uhud, dibunuh oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak Ethiopia milik Hindun bin Utbah, istri dari Abu Sufyan bin Harb, yang ayahnya dibunuh oleh Hamzah pada Perang Badar. Hindun menjanjikan kebebasan untuk Wahsyi bila ia mampu membalaskan dendam Hindun dengan membunuh Hamzah.

------------------------------

Beliau bernama Hamzah bin Abdul Muttolib –semoga Allah meridhainya-, salah seorang paman Rasulullah saw dan saudara sesusuan, lahir dua tahun lebih dahulu dari Rasulullah saw, keduanya diasuh dan disusui oleh Tsuaibah, seorang budak Abu Lahab, beliau dijuluki dengan Abu ‘Amarah, sebagaimana beliau juga teman dekat anak saudaranya, Muhammad saw sebelum dibangkitkan menjadi Rasul, karena beliau tumbuh selalu berama-sama dan dididik berdua.

Hamzak masuk Islam pada tahun kedua setelah Muhammad diangkat menjadi nabi, -dan dalam riwayat yang lain pada tahun keenam setelah Rasulullah saw masuk ke Darul Arqom-; saat itu Hamzah sedang melakukan perburuan, dan ketika Abu Jahal melewati Rasulullah saw dibukit Shofa, Abu Jahal menghinanya, mancacinya dan mencelanya, sedang Rasulullah saw hanya diam, tidak berkomentar dan melawannya, adapun seorang pembantu milik Abdullah bin Jad’an mendengar perkataan Abu Jahal, maka diapun menunggu hingga Hamzah kembali dari bepergiannya, dan ketika Hamzah memegang panah pembantu itu berkata : Wahai Abu ‘Amarah, sekiranya saja engkau melihat perlakuan yang menimpa saudaramu Muhammad dari Abu Al-hakam bin Hisyan (Abu Jahal), dicaci dan dihina dan kemudian pergi meninggalkannya sedang Muhammad diam tidak melawan!? mendengar hal tersebut Hamzah marah lalu pergi menuju Abu Jahal dan mendapatkannya berada dikemurumunan Quraisy, lalu beliaupun memukul kepalanya dengan panahnya hingga terluka parah, kemudian dia berkata : Apakah engkau mencelanya sedangkan saya berada dalam agamanya (padahal saat itu beliau memeluk Islam), saya berkata kepada apa yang diucapkan, maka kembali kepada saya jika kamu mampu ? maka saat itu pula kelompok dari Bani Mahzum (Kabilah Abu Jahal) bangkit ingin menghajar Hamzah, namun Abu Jahal mencegahnya dan berkata kepada mereka : Biarkan Abu ‘Amarah pergi, karena demi Allah saya telah mencaci anak saudaranya dengan cacian yang lebih hina. (Ibnu Sa’ad).

Ketika hari beranjak pagi, Hamzah pergi menuju Ka’bah dan bermunajat kepada Allah agar dilapangkan dadanya pada kebenaran; maka Allahpun mengabulkannya dan mengisi hatinya dengan cahaya keyakinan dan iman, lalu beliau pergi menghadap Rasulullah saw dan menyampaikan perkara yang terjadi pada dirinya, hingga Rasulullah saw merasa gembira dengan Islamnya Hamzah dan mendoakan kapadanya kebaikan.

Demikianlah Allah SWT memuliakan Hamzah dengan Islam, dan Islam kokoh olehnya, karena masuknya beliau kepada Islam merupakan kemenangan yang baru dan dukungan terhadap agama Allah dan Rasulullah saw, namun orang-orang musyrik tidak mendengar dan mengatahui akan Islamnya Hamzah kecuali mereka berkeyakinan akan kuatnya Da’wah Rasulullah saw, hingga mereka menghentikan penghinaan terhadapnya dan memulai dengannya dengan siasat baru, yaitu melalui diplomasi, hingga datang Utbah bin Rabi’ah kepada Rasulullah saw dan memberikan memberikan hadiah seperti yang diinginkan dari harta, kedudukan atau kepemimpinan.

Dalam hidupnya Hamzah selalu menjadi pendamping sekaligus pendukung dan pelindung Rasulullah saw hingga Allah mengizinkan kepada kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah, maka Hamzah pun ikut berhijrah, disana Rasulullah saw mempersaudarakan Hamzah dengan Zaid bin Haritsah, Hamzah ikut dalam perang Badar bersama Nabi saw, dan pada awal berkecamuknya perang beliau menyerang salah seorang dari pasukan musyrikin yang biasa dipanggil dengan Al-Aswad bin Al-Aswad di dekat sumur milik kaum muslimin, dan dia berkata : saya bersumpah kepada Allah saya akan minum air dari sumur mereka atau saya akan hancurkan atau saya akan mati karenanya, maka Hamzah pun menghadangnya dan memukul kakinya, lalu Al-Aswad berjalan merangkak menuju sumur dan diikuti oleh Hamzah hingga akhirnya terbunuh.

Dan ketika tampak tiga orang bersaudara dari kaum musyrikin yaitu ; Utbah bin Rabi’ah dan saudaranya Syaibah dan anaknya Al-Walid bin Utbah, hingga keluar kepada mereka seorang pemuda dari Anshor dan berseru : Wahai Muhammad… keluarkan kepada kami dari kaum kami orang-orang yang gagah. Maka Rasulullah saw berkata : keluarlah kalian wahai Ubaidah bin Al-Harits, Hamzah dan Ali! Maka Ubaidahpun berhadapan dengan Utbah, Ali dengan Al-Walid, dan Hamzah berhadapan dengan Syaibah, dan hal ini tidak disia-siakan oleh Hamzah kecuali dia berhasil membunuhnya, sebagaimana yang dilakukan oleh Ali dengan seterunya Al-Walid, adapun Ubaidah keduanya sama-sama terluka, hingga Hamzah dan Ali menghunuskan pedang keduanya dan membunuh Utbah.

Pada hari itu Hamzah meletakkan dikepalanya sebuah bulu, hingga dia tampak gagah dan berperang dengan berani dan berhasil membunuh beberapa orang terkemuka dari orang-orang musyrik, setelah perang usai dan Umayah bin Khalaf termasuk dalam tawanan, dia bertanya : siapa yang memakai dan mengajarkan menggunakan ikat kepala dengan bulu ? mereka menjawab : dialah Hamzah. Dia berkata : dialah yang telah berhasil melumpuhkan dan menangkap kami. Dalam perang ini Hamzah memiliki peran yang sangat besar, karena itu Rasulullah saw menjulukinya dengan : Asadullah wa Asadu Rasulihi (Singa Allah dan Singa Rasul-Nya).

Pada kesempatan lain seorang wanita musyrikin bernama Hindun binti Utbah bersumpah akan melakukan balas dendam terhadap Hamzah; karena dia telah membunuh ayahnya Utbah, pamannya dan saudaranya dalam perang Badar, sebagaimana Jubair bin Math’am ingin melakukan balas dendam kapada Hamzah karena telah membunuh pamannya Tu’aimah bin ‘Adiy, dan berkata kepada budaknya Wahsyi, yang mana dia mahir dalam melempar lembing : jika engkau berhasil membunuh Hamzah maka engkau merdeka.

Hingga saat perang Uhud datang dan Hamzah menunjukkan keberaniannya, membunuh para musuh di hadapan Rasulullah saw dengan dua pedang sambil berkata : Sayalah singa Allah. Dan setelah kaum muslimin mundur dari perang, Hamzah berusaha melindungi Rasulullah saw dari serangan orang-orang musyrikin, pada sisi lain Wahsyi bersembunyi dan mengintai Hamzah lalu membunuhnya dengan melemparkan tombaknya dengan keras hingga menimpa dadanya saat dimedan perang, hingga akhirnya beliau syahid sebagai pahlawan yang gagah berani.

Setelah usai perang Rasulullah saw menginspeksi keadaan dan melihat Hamzah berada ditengah para syuhada sedangkan tubuhnya sudah tidak berbentuk lagi, hidung dan telingnya telah dipotong, perutnya terburai, hingga Rasulullah saw pun merasa sedih melihatnya, dan berkata : “Sekiranya Sofiyah tidak merasa sedih dengan kepergiannya tentu aku akan tinggalkan dirinya, demikian kondisi Hamzah yang mengenaskan hingga dimakan oleh ulat dan burung, dan hingga dia dibangkitkan dari perutnya sebagai kemuliaan dan pengagungan kepadanya”. (Abu Dawud). Dan beliau bersabda : “Penghulu para syuhada adalah Hamzah” (Al-Hakim). Nabi kemudian mensholatkan Hamzah dan para syuhada perang Uhud lainnya yang berjumkah 70 syahid.


Sumber :

Selasa, 29 Juni 2010

Hijjaz - Keheningan Malam

Bila malam menjelma
Memayungi semesta
Rasa hati tercipta
Menghadap yang Maha Esa

Bintang bergemerlapan
Ditemani cahaya rembulan
Saat indah perhitungan
Disiang hari kehidupan

Terukir rasa yang terasing
Pabila nurani dunia menghampiri
Tercipta rasa yang terindah
Diri suci murni redhoi Ilahi

Malam yang sunyi sepi
Indah anugerah Ilahi
Malam indah sucikan hati
Malam indah berseri

Pabila sinar mentari
Memancar menyinari
Bermula lagi kehidupan
Sehingga tiba waktu yang dijanjikan

Download [disini]